Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu
Adil Ka'Talino Bacuramin Ka'Saruga Basengat Ka'Jubata
Para Pemuda dan Pemudi Desa Kenaman yang kami banggakan,
Seluruh Generasi Muda Sanggau dan Indonesia,
Pada hari yang bersejarah ini, kita tidak hanya mengenang, tetapi juga merenungkan makna perjuangan dalam konteks kekinian dan masa depan kita.
Jiwa Sumpah Pemuda 1928 dahulu adalah jiwa mengatasi perbedaan untuk satu tujuan: Indonesia. Semangat yang sama pernah membara di tanah Kalimantan Barat kita, khususnya di bumi Sanggau ini. Kita mengenang perjuangan para pahlawan dan leluhur kita yang dengan gagah berani mempertahankan kedaulatan dan martabat bangsa, dari masa pendudukan hingga mempertahankan kemerdekaan. Jerih payah, keringat, dan tetes darah mereka di bumi Sanggau adalah fondasi kokoh yang di atasnyalah kita berdiri hari ini.
Namun, tantangan zaman telah bergeser. Jika dahulu musuh adalah penjajah yang kasat mata, hari ini, generasi muda kita, "musuhnya" adalah ketidakpedulian, pesatnya arus informasi yang menyesatkan, krisis identitas, dan ancaman degradasi moral. Tantangannya adalah bagaimana kita tetap mencintai budaya dan kearifan lokal Sanggau di tengah gempuran budaya global, bagaimana kita memanfaatkan teknologi untuk memajukan desa, bukan justru terisolasi olehnya. Masalah pengangguran, lemahnya keterampilan, dan semakin menipisnya minat bertani atau melestarikan hutan adalah "medan perang" baru yang harus kita taklukkan.
Oleh karena itu, pesan kami untuk Generasi Muda Kenaman, Sanggau, dan Indonesia ke depan adalah:
Jadilah Pejuang di Medanmu Sendiri. Perjuangan tidak selalu dengan angkat senjata. Berjuanglah dengan menuntut ilmu setinggi-tingginya, menjadi wirausaha kreatif yang membuka lapangan kerja, menjadi petani dan pelestari hutan yang cerdas, serta menjadi seniman yang melestarikan dan memodernisasi budaya kita. Jadikan Kenaman dan Sanggau sebagai laboratorium ide-ide brilianmu.
Berpikir Global, Berakar Lokal. Kuasai dunia dengan teknologi, namun jangan pernah lupa pada bahasa, adat istiadat, dan kearifan lokal Sanggau. Kekayaan budaya dan alam kita adalah identitas dan modal yang tak ternilai untuk bersaing.
Bersatu dalam Aksi, Bukan Sekadar Kata. Ikuti jejak para pemuda 1928 dan pejuang Sanggau. Persatuan nyata terlihat dari gotong royong membersihkan desa, membantu sesama yang membutuhkan, dan duduk bersama menyelesaikan masalah, melampaui perbedaan suku, agama, dan golongan.
Kepada segenap bangsa Indonesia, dari Desa Kenaman yang kami cintai, kami menyampaikan harapan:
Semoga di Hari Sumpah Pemuda ini, Indonesia semakin tangguh, adil, dan sejahtera. Semoga pemuda/pemudi di seluruh penjuru negeri, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, menjadi lokomotif perubahan yang membawa Indonesia Emas 2045.
Mari kita wujudkan dengan karya nyata, dimulai dari lingkungan terkecil kita: Desa Kenaman, untuk Sanggau yang lebih baik, untuk Kalimantan Barat yang maju, dan untuk Indonesia yang jaya!
Dirgahayu Pemuda Indonesia!
Bersatu Kita Bangun Negeri!
Kenaman, 28 Oktober 2025
Hormat Kami,
Pemerintah Desa Kenaman
Aloysius ”Kepala Desa Kenaman”,Beserta Jajaran Staff Pemdes Kenaman