Sekayam,KIM Desa Kenaman– Dusun Segumon, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, baru saja menjadi episentrum pelestarian budaya Dayak. Pada tanggal 22-24 Agustus 2025, digelar ritual adat Enselat, Ensangi, dan Bedarak (artinya Gawai Kecil dalam bahasa Dayak Iban Sebaruk,untuk Gawai besarnya akan diadakan tahun depan.) yang bertujuan merawat warisan leluhur dan memperkuat jati diri masyarakat adat di wilayah perbatasan.
Acara yang khidmat dan penuh makna ini tidak hanya dihadiri oleh para tetua dan kepala suku setempat, tetapi juga disaksikan oleh perwakilan dari negara tetangga, Malaysia, menandakan eratnya hubungan kekerabatan budaya yang melintasi batas negara.
Ritual yang dipimpin langsung oleh Hermanus Iwal, selaku Koordinator Timanggung (Timanggung) Kecamatan Sekayam, ini berjalan lancar dan sukses menyatukan seluruh elemen masyarakat.
Peserta dan Tamu Kehormatan:
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan adat dari berbagai suku besar di wilayah Sekayam, yaitu:
-Suku Paus
-Suku Sisang
-Suku Kerambay
-Suku Golik
-Suku Iban Sebaruk Tanah Kadeh
Kehadiran delegasi dari Malaysia menjadi poin penting yang menegaskan bahwa tradisi budaya adalah jembatan persaudaraan yang abadi.
Tempayan Lambang Perdamaian dan Penghargaan Tertinggi
Pada puncak acara, Hermanus Iwal sebagai koordinator Timanggung mendapat kehormatan luar biasa berupa pemberian Tempayan (guci keramik tradisional yang sangat dihormati dalam budaya Dayak) dari perwakilan suku Dayak dari Malaysia. Pemberian ini bukan sekadar cenderamata, melainkan simbol kepercayaan dan amanah berat.
Dalam sambutannya, Hermanus Iwal mengungkapkan, “Saya diberikan penghargaan berupa Tempayan dari saudara kita dari Malaysia. Ini suatu kebanggaan besar bagi saya selaku Koordinator Timanggung. Makna pemberian Tempayan ini menandakan bahwa saya dipercaya untuk menyatukan, mendinginkan suasana, serta menjaga persatuan dan keamanan di wilayah kita,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa tugas tersebut memang berat, namun bukan mustahil dijalankan. “Berat tugasnya, tapi berkat kerja sama semua suku yang terlibat di Keramat Tampun Juah, yang berat bisa jadi ringan,” katanya penuh syukur.
Makna Mendalam di Balik Ritual
Ritual Ensélat, Ensangi, dan Bedarak serta pemberian Tempayan memiliki filosofi yang dalam bagi masyarakat Dayak. Tempayan melambangkan perdamaian, persatuan, dan kesejukan. Nilai-nilai luhur seperti kegotong-royongan dan kepatuhan terhadap norma-norma adat dipupuk dalam setiap prosesi ritual, yang pada akhirnya menciptakan kerukunan, ketentraman, dan kedamaian yang hakiki dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan deklarasi bersama untuk terus memelihara tradisi, menjaga warisan leluhur, dan hidup rukun dalam keberagaman suku demi kemajuan daerah perbatasan.
Dokumentasi Foto Dan Video: